Translate

Kamis, 05 Desember 2013

Sinterklas dan Perayaan Natal

Santa Claus
HIDUPKATOLIK.com - Perayaan Natal di banyak tempat seringkali diwarnai dengan kehadiran Sinterklas, dengan pakaian dan topinya yang khas, jenggot panjang serta membagi hadiah, khususnya untuk anak-anak. Apakah ada kaitan antara Sinterklas dan perayaan kelahiran Yesus? Apakah ada dasarnya dalam Kitab Suci?
Pertama, nama “Sinterklaas” berasal dari bahasa Belanda, yang dalam bahasa Inggris digunakan “Santa Claus” atau Santo Nicholas (dari Myra). Dia adalah seorang Uskup dari abad IV. Seringkali dipanggil juga Nicholas dari Bari (Itali). Legenda yang berkembang di negara-negara yang berbahasa Inggris, Santa Claus ini dikaitkan dengan tradisi pemberian hadiah rahasia dari orang tua untuk anak-anak yang dilakukan pada malam sebelum pesta Santa Claus pada tanggal 6 Desember.

Kedua, tradisi pemberian hadiah juga dirayakan di banyak tempat. Di Roma tradisi itu dikaitkan dengan perayaan Tahun Baru, sedangkan di tempat-tempat lain tradisi itu dilakukan pada Hari Natal atau Epifani, dengan meniru Tiga Raja yang membawa hadiah untuk Kanak-kanak Yesus. Di banyak negara Eropa, yang memberi hadiah justru Kanak-kanak Yesus. Di Italia, seorang wanita tua dari dongeng, Befana (dari kata Epifani) membagikan mainan kepada anak-anak pada tanggal 6 Januari, yaitu pesta Epifani. Di Spanyol, hadiah diberikan oleh Tiga Raja juga pada pesta Epifani.

Ketiga, kesamaan tradisi memberi hadiah itulah yang kemudian menyatukan antara “Sinterklas” dengan perayaan Natal. Kunjungan Sinterklas tidak lagi dilakukan pada malam sebelum pestanya (6 Desember), tetapi digeser ke malam Natal. Jadi, sebenarnya tidak ada kaitan asali antara Sinterklas dan perayaan Natal, karena itu tidak ada dasar biblis dari Sinterklas. Pemberian hadiah oleh Tiga Raja bisa menjadi dasar untuk pemberian hadiah pada waktu Natal. Kelahiran Sang Sabda menjadi manusia adalah pemberian terbesar Allah kepada manusia. Hadiah inilah yang kita rayakan. (Dr Petrus Maria Handoko CM)

(Sumber: Majalah HIDUP, Edisi No. 2 Tanggal 8 Januari 2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar