Translate

Selasa, 10 Desember 2013

Serunya Diskusi Soal Bekerja Dalam Terang Kristus

Suasana ibadah dan diskusi AAP 2013 kedua KUB A
KEJUJURAN, teladan, sabar, dan kasih merupakan nilai-nilai yang didiskusikan warga Komunitas Umat Basis A (KUB A) dalam ibadah Aksi Adven Pembangunan 2013, pertemuan kedua bertema “Bekerja Dalam Terang Kristus” yang berlangsung Sabtu (7/12/2013) malam di kediaman Bernadus Liek di GDC Sektor Anggrek I, Depok.

Lima belas KK warga KUB A hadir pada pertemuan tersebut serta penuh semangat mendiskusikannya. Tema yang didiskusikan, seperti disampaikan Pemandu AAP, Maria Puji Astuti, bertujuan agar umat lebih bersemangat bekerja dalam terang Kristus untuk melayani sesama dengan kasih, adil, dan bijaksana.

“Dengan tema ini diharapkan kita semua akan menjadi sadar bahwa bekerja sebagai orang beriman Katolik, tidak semata-mata mencari nafkah atau hanya sekadar mengumpulkan materi untuk diri sendiri, tetapi tujuan yang paling penting yakni melayani Allah dan sesama,”jelas Maria dalam kata pengantar pertemuan.

Pada sesi diskusi, Bernadus Liek mengatakan maksud pernyataan Yohans 3:4 adalah cara Tuhan untuk mempersiapkan kedatangan Yesus. Segala sesuatunya kata Bernadus, perlu persiapan di dalam menyambut kedatangan Yesus dimana telah diutusnya Yohanes Pembaptis untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk datangnya Yesus.

Sementara Elven Rajalewa dalam pertanyaan kedua mengatakan tugas kita semua sebagai orang percaya yaitu harus jadi contoh dan teladan yang baik terhadap orang di sekitar kita. Semuanya, kata dia harus berawal dari diri kita sendiri.

Pemandu AAP 2013, Maria Puji Astuti (T-Shirt merah)
Lebih lanjut Elven mengatakan sebagai orang Kristen di dalam lingkungan tempat tinggal maupun komunitas, bertetangga, kita harus menjadi contoh, menjadi terang itu sendiri. 
“Tidak mudah memang menjadi terang, nanti dianggap sok suci. Kalau tidak  ikut arus, mati sendiri,”ujar Maria menambahkan.

Adrianus Angkur dalam diskusi tersebut menyorot kejanggalan yang terjadi di sekitar kita dimana banyak yang kita lihat tidak sesuai dan bertentangan dengan nilai-nilai yang kita imani. Sebagai orang Kristen kita harus tunjukan dengan sikap.

“Dengan menjadi terang dalam Kristus pasti kita akan memberi pengaruh terhadap lingkungan sekitar kita untuk berbuat baik,”lanjut Adrianus,

Christiningsih ketika diminta komentarnya bagaimana menjadi politisi yang bekerja dalam terang Kristus mengatakan bahwa kiblatnya Yesus maka kita berbuat sebisa mungkin meneladani Yesus dan aplikasikan semuanya agar orang di sekitar kita melihat kita. Seorang Kristen menurut Christin, harus semaksimal mungkin berusaha memberi contoh dalam perbuatan.

Thomas Tommy Hendrasmoro berpendapat kedatangan Yesus menguatkan semangat kerja di tengah dunia kerja yang penuh dengan persaingan, godaan. Sedangkan Maria, ketika menjaga ujian di sekolah memperhatikan seorang siswa yang sangat rohani sekali. Setiap temui kesulitan mengerjakan soal, anak tersebut anak tersebut berhenti untuk berdoa dulu menyebabkan waktu mengerjakan soal habis.

Eddy Rajalewa menyoroti soal nilai kejujuran, kesabaran dalam bekerja. Sebagai kalangan minoritas, kata Eddy, nilai-nilai tersebut harus ditunjukkan. Dan, itulah tantangan kita sebagai orang Kristen yang memang tidak mudah.

Maria Gayatri yang berprofesi sebagai PNS secara jujur mengatakan nilai paling atas di dalam bekerja adalah bekerja dengan hati dan ini harus menjadi role model. Bekerja menurut Gayatri merupakan cara kita untuk beribadah dan pelayanan kita dengan Tuhan adalah dengan bekerja. Gayatri yakin dengan demikian berkat Tuhan akan datang kepada kita.

“Bekerja itu mesti enjoy. Hati kita di situ dan kita nyaman di situ. Seperti seruan Yohanes Pembaptis, tuntutan etis bekerja dalam terang Kristus,”kata Gayatri.

Nilai kasih di dalam bekerja disoroti Farida Denura. Farida mengisahkan soal kiprahnya di dalam pelayanan penderita kanker dari golongan tidak mampu. Pasien yang didampingi melalui Cancer Care Yayasan Pelayanan Kasih (CCYPK) hampir 99,99% beragama Islam.

“Kasih ditempatkan di atas segala perbedaan. Kasih itu universal sehingga di dalam melayani penderita kanker mereka sama sekali tidak mencurigai pelayanan kami sebagai upaya Kristenisasi. Kasih merupakan contoh terang Kristus di dalam hidup kita,”terang Farida.

Selain pelayanan, prinsip perusahaan tempat bekerja Farida pun mengacuh pada kasih yang diwujudkan melalui pemberitaan mengedepankan jurnalisme kasih, juarnalisme damai.

Masa adven merupakan saat yang tepat bagi umat Katolik untuk memurnikan kembali motivasi dan orientasi kerja dalam terang Kristus (Lukas 3:3-18). Selain untuk umat Katolik pun bekerja untuk menghasilkan buah-buah kebaikan sesuai dengan pertobatan (Lukas 3:8) dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu (Luk 3:14b) dengan tidak melakukan pekerjaan yang tercela seperti merampok, mencuri, menipu, dan korupsi sebab dengan itu ia telah merampas hak orang lain secara tidak adil. (Farida Denura)












Tidak ada komentar:

Posting Komentar