Translate

Tampilkan postingan dengan label Orbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Orbi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juli 2015

Paus Fransiskus Ucapkan Selamat Idul Fitri Kepada Umat Muslim Sedunia

Paus Fransiskus mengucapkan Selamat Idul Fitri kepada umat Muslim sedunia.Paus tampak menyalami Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan  Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. DR. M. Din Syamsuddin, MA.[Foto: Ist]
 
Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus mengucapkan selamat Idul Fitri kepada umat Muslim di seluruh dunia. Salam ini disampaikan melalui Presiden Dewan Kepausan Dialog Antaragama Jean-Louis Kardinal Tauran, dari Vatikan, Rabu (15/7/2015).

Berikut teks selengkapnya:
UCAPAN SELAMAT  Idul Fitri 1436 H

Saudara-saudari Muslim yang terkasih,
Dengan senang hati, atas nama seluruh umat Katolik sedunia dan atas nama saya pribadi, saya mengucapkan selamat merayakan pesta Idul Fitri yang penuh kedamaian dan kebahagiaan. Dalam bulan Ramadhan, saudara sekalian sudah melaksanakan banyak kegiatan menyangkut agama dan sosial seperti puasa, doa, sedekah, bantuan kepada kaum miskin, kunjungan kepada sanak saudara dan sahabat. Saya berharap dan berdoa agar buah amal bakti ini dapat memperkaya kehidupan saudara sekalian!

Bagi beberapa di antara saudara, demikian juga beberapa dari anggota komunitas agama lain, kegembiraan pesta ini dinaungi oleh ingatan sedih akan para kekasih yang telah kehilangan hidup atau harta-miliknya, atau menderita secara fisik, mental dan spiritual, disebabkan oleh kekerasan yang menimpa mereka. Beberapa komunitas etnik dan agama di sejumlah negara pun mengalami penderitaan yang amat besar dan tidak adil: pembunuhan anggota mereka, perusakan warisan kebudayaan dan keagamaan, pengusiran paksa dari rumah dan kota mereka, pelecehan dan pemerkosaan perempuan, perbudakan, perdagangan manusia, jual-beli organ tubuh dan bahkan penjualan mayat!

Kita semua sadar akan beratnya kejahatan-kejahatan ini. Tetapi, yang membuatnya lebih menjijikkan lagi adalah usaha untuk membenarkannya atas nama agama. Sungguh jelas bahwa ini merupakan suatu penyalahgunaan agama untuk memperoleh kekuasaan dan kekayaan.

Tak disangkal bahwa mereka yang diserahkan tanggung-jawab untuk menjaga keamanan dan ketenteraman umum, juga berkewajiban untuk melindungi orang dan harta-miliknya dari kekerasan buta para teroris. Namun, ada juga tanggung-jawab mereka yang bertugas untuk mendidik: keluarga, sekolah, buku pegangan sekolah, pemuka agama, wadah diskusi agama, media. Kekerasan dan terorisme lahir lebih dahulu di dalam pikiran orang yang menyimpang, kemudian dilaksanakan di lapangan.

Mereka yang terlibat dalam pendidikan orang muda dan dalam beragam kancah pendidikan, seharusnya mengajar tentang kesakralan hidup dan keterkaitannya dengan martabat setiap pribadi, terlepas dari suku, agama, budaya, jenjang sosial, atau pilihan politiknya. Tidak ada orang yang hidupnya lebih berharga dari hidup orang lain hanya karena suku atau agamanya. Karena itu, tidak seorang pun boleh membunuh. Dan tidak seorang pun boleh membunuh atas nama Allah. Bahkan, itu merupakan kejahatan dua kali lipat: karena melawan Allah dan melawan manusia.

Tidak bisa ada sikap mendua dalam pendidikan. Masa depan seseorang, atau suatu komunitas, bahkan seluruh umat manusia tidak boleh didirikan di atas ambiguitas itu atau di atas kebenaran yang semu. Baik umat Kristiani maupun umat Islam, sesuai dengan tradisi masing-masing, memandang Allah dan berhubungan dengan Dia sebagai wujud Kebenaran. Kehidupan kita dan tingkah laku kita harus mencerminkan keyakinan ini.

Menurut Santo Yohanes Paulus II, kita, umat Kristiani dan umat Islam, mempunyai “privilese doa” (Pidato kepada Alim Ulama Muslim, Kaduna, Nigeria, 14 Februari 1982). Doa kita sangat dibutuhkan: untuk keadilan, perdamaian, dan ketenteraman di dunia; bagi mereka yang telah menyimpang dari jalan kehidupan yang benar dan melakukan kekerasan atas nama agama, supaya berpaling kepada Allah dan memperbaiki hidupnya; bagi orang miskin dan sakit.

Perayaan-perayaan kita, antara lain, memupuk harapan kita untuk masa kini dan masa depan. Kita memandang masa depan umat manusia dengan penuh harapan, terutama ketika kita berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan impian kita yang benar agar menjadi nyata.

Bersama dengan Paus Fransiskus, kami berharap agar buah-buah bulan puasa Ramadhan dan kegembiraan Idul Fitri menganugerahkan kepada saudara sekalian kedamaian dan kesejahteraan, sambil meningkatkan perkembangan saudara sebagai manusia dan sebagai orang beriman.

Selamat Hari Raya kepada saudara sekalian!

Vatikan

Jean-Louis Kardinal Tauran
Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama

Teks  ini diterima UCAN Indonesia dari  Pater Markus Solo Kewuta SVD, Sekretaris Desk Dialog Kristen-Muslim di Asia Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama, Vatikan.

Sumber: http://indonesia.ucanews.com/2015/07/16/paus-fransiskus-menyampaikan-selamat-idul-fitri-kepada-umat-muslim-sedunia/

Jumat, 06 Juni 2014

Vatikan Angkat Pastor Subianto Sebagai Uskup Bandung

Uskup (terpilih) Antonius Subianto Bunyamin OSC
VATICAN - Paus Fransiskus telah mengangkat Pastor Dr. Antonius Subiyanto Bunyamin OSC menjadi uskup Bandung, Jawa Barat, yang hampir empat tahun tidak memiliki uskup.

Saat pengangkatannya, ia masih menjabat sebagai Provinsial  Ordo Salib Suci (OSC) Provinsi Indonesia, yang berpusat di Bandung.

Berita pengangkatan Pastor  Subiyanto sebagai uskup mengemuka melalui ‘siaran pers’ yang ditulis oleh Pastor Dr. Eddy Putranto OSC.

Pengangkatan uskup baru untuk Keuskupan Bandung diumumkan di Vatikan pada pukul 12.00 waktu Roma atau pkl. 17.00 WIB.

Rabu, 4 Juni 2014, akan berlangsung pertemuan internal Kuria Keuskupan Bandung dan Dewan Konsultores Keuskupan Bandung bersama Mgr Ignatius Suharyo selaku Administrator Apostolik untuk Keuskupan Bandung untuk membicarakan hal-hal berkaitan dengan rencana tahbisan episkopal uskup baru tersebut.

Uskup (terpilih) Subianto lahir pada 14 Februari 1968. Ia  mengucapkan kaulnya sebagai imam religius untuk tarekat OSC pada 28 Agustus 1994 dan menerima tahbisan imamat pada 26 Juni 1996. Pada 3 Juni 2014 diangkat menjadi Uskup untuk Diosis Bandung oleh Takhta Suci.

Sede Vacante
Sejak kekosongan takhta uskup (sede vacante) di Keuskupan Bandung pada 2010 karena Mgr Johannes Pujasumarta mesti mengemban tugas sebagai Uskup Agung Semarang, belum ada uskup yang bisa memimpin seluruh wilayah Parahyangan. Hanya dua tahun Mgr Pujasumarta menjadi Uskup Bandung. Sejak itu, kursi uskup tidak ada yang menduduki.

Rupanya ini kekosongan yang paling lama dibanding kekosongan uskup di Ketapang dan Tanjung Karang pada 2012 yang masing-masing hanya tiga bulan dan satu tahun setelahnya baru ada Uskup.

Kini, dengan penuh sukacita dan hati yang berbunga umat di Keuskupan Bandung menerima uskup baru. “Dengan penuh syukur, kami mengabarkan bahwa baru saja, tepat pukul 12.00 waktu Roma (17.00 WIB), Bapa Paus Fransiskus mengumumkan pengangkatan Pastor Antonius Subianto Bunyamin OSC, Provinsial Ordo Salib Suci sebagai Uskup Keuskupan Bandung yang baru,” ujar Pastor Eddy.

(Sumber: mirifica.net)

Paus Angkat Mgr Agus Jadi Uskup Agung Pontianak

Mgr Agustinus Agus.
VATICAN - Paus  Fransiskus pada Selasa (3/6/2014, telah  mengangkat Mgr Agustinus Agus  sebagai Uskup Agung Pontianak menggantikan Mgr Hieronimus Bumbun OFMCap.

Pada hari yang sama Paus Fransiskus menerima pengunduran diri Uskup Agung Bumbun karena usia lanjut.

Takhta Suci juga menunjuk Mgr Agus  sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Sintang, Kalimantan Barat, untuk batas waktu yang belum ditentukan, hingga ada pengangkatan uskup baru untuk keuskupan itu.

Mgr Agus selama ini adalah Uskup untuk Keuskupan Sintang, salah satu Provinsi Gerejawi Pontianak.

Mgr Agus lahir di Lintang, Kapuas, Sanggau, Kalimantan Barat, 22 Oktober 1949. Ia ditahbiskan sebagai uskup Sintang pada 6 Februari 2000.

Menurut Buku Petunjuk Gereja Katolik 2009, Keuskupan Agung Pontianak memiliki 23 paroki.

(Sumber:mirifica.net, UCAN Indonesia)

Jumat, 28 Februari 2014

Paus Menulis Surat Kepada Keluarga Katolik di Seluruh Dunia

Paus tampak mencium seorang anak. [Foto: Ist]
VATIKAN - Paus Fransiskus menulis surat kepada keluarga-keluarga Katolik dalam rangka sinode di Vatikan pada Oktober mendatang.

“Keluarga-keluarga yang terhormat, melalui surat ini, saya berharap surat ini sampai ke rumah Anda. Surat ini berisi tentang sebuah peristiwa yang akan berlangsung di Vatikan pada Oktober mendatang. Ini adalah Pertemuan Umum Luar Biasa dari Sinode Uskup, yang membahas tema “Tantangan Pastoral bagi Keluarga dalam Konteks Evangelisasi.”

Dalam suratnya, yang diterjemahkan ke dalam 8 bahasa termasuk Arab, Jerman dan Polandia, Paus Fransiskus memperingatkan bahwa “Gereja dipanggil untuk mewartakan Injil dengan menghadapi kebutuhan pastoral yang baru dan mendesak yang dihadapi keluarga.”

Paus Fransiskus menjelaskan sinode mendatang sebagai “pertemuan penting” yang “akan melibatkan semua Umat Allah – uskup, imam, religius pria dan wanita, serta umat awam dari Gereja-gereja partikular di seluruh dunia – yang semuanya aktif berpartisipasi dalam persiapan untuk pertemuan melalui saran-saran praktis dan dukungan doa.”

Paus Fransiskus meminta keluarga-keluarga berdoa untuk pertemuan di Vatikan tersebut, yang menekankan  panggilan dan misi Gereja dalam masyarakat Anda, tantangan pernikahan, kehidupan keluarga, pendidikan anak-anak, dan peran keluarga dalam kehidupan Gereja.”

“Karena itu saya meminta Anda berdoa kepada Roh Kudus, sehingga Roh Kudus dapat menerangi Bapa-Bapa Sinode dan membimbing mereka dalam tugas penting mereka. Seperti yang Anda ketahui, Sinode Luar Biasa ini akan dilanjutkan setahun kemudian dengan Sidang Biasa, yang juga akan memilih tema tentang keluarga. Dalam konteks itu, juga akan ada Pertemuan Dunia tentang Keluarga yang berlangsung di Philadelphia pada September 2015,” lanjut Paus.

“Semoga kita semua berdoa bersama sehingga melalui acara ini Gereja akan terus melakukan perjalanannya dan mengadopsi sarana pastoral yang diperlukan untuk membantu keluarga menghadapi tantangan saat ini dengan cahaya dan kekuatan yang berasal dari Injil.”

“Dalam perjalanan Anda sebagai sebuah keluarga, Anda berbagi begitu banyak momen indah: makanan, istirahat, pekerjaan rumah tangga, rekreasi, doa, perjalanan dan ziarah, serta waktu saling mendukung … Namun, jika tidak ada cinta maka tidak ada sukacita.”

“Cinta otentik datang kepada kita dari Yesus. Dia menawarkan kepada kita firman-Nya, yang menerangi jalan kita, ia memberi kita roti hidup yang mendukung kita dalam perjalanan kita,” katanya.

“Keluarga yang terhormat, doa untuk Sinode Para Uskup akan menjadi harta berharga yang memperkaya Gereja. Saya berterima kasih, dan saya meminta Anda untuk berdoa juga bagi saya, sehingga saya dapat melayani Umat Allah dalam kebenaran dan cinta,” kata Paus menutup suratnya.

Sumber: UCA News [http://indonesia.ucanews.com/2014/02/27/paus-menulis-surat-kepada-keluarga-katolik-di-seluruh-dunia/]

Kamis, 06 Februari 2014

Pesan Prapaskah, Paus Tekankan Sikap Bela Rasa dengan Orang Miskin

Paus Fransiskus (Foto: Ist)
VATICAN - Masa Prapaskah tahun ini Paus Fransiskus telah memilih tema “Dia menjadi miskin, sehingga dengan kemiskinan-Nya kalian menjadi kaya”,  demikian Vatikan.

Tema itu diambil dari sebuah ayat dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Umat di Korintus, di mana Santo itu mempromosikan sikap bela rasa dalam memberi dan keinginan untuk “menguji kasih yang tulus dari kalian melalui perhatian kalian kepada orang lain”.

Teks itu berbunyi: “Sebab kalian mengetahui betul bahwa kita sangat dikasihi oleh Yesus Kristus Tuhan kita. Ia kaya, tetapi Ia membuat diri-Nya menjadi miskin untuk kepentinganmu, supaya dengan kemiskinan-Nya itu, kalian menjadi kaya” (2 Kor 8:9).

Pesan teks Paus untuk Masa Prapaskah, yang dimulai pada 5 Maret itu, akan dirilis pada konferensi pers di Vatikan.

Prapaskah merupakan masa berpuasa dan berpantang bagi umat Katolik di seluruh dunia.

Haiti diharapkan menjadi fokus untuk Masa Prapaskah bersama pasangan suami-istri Italia yang melayani sebagai misionaris di negara Karibia itu yang dijadwalkan akan berbicara pada konferensi pers di Vatikan.

Mereka akan didampingi oleh  para pejabat tinggi dari Dewan Kepausan Cor Unum, sebuah dewan yang menangani bantuan  karitatif Gereja Katolik di seluruh dunia.

Menurut Bank Dunia, Haiti adalah salah satu negara termiskin di belahan bumi ini dan masih berjuang untuk membangun kembali selama empat tahun setelah gempa dahsyat melanda negara itu pada 12 Januari 2010.(Sumber: UCA News)

Kamis, 12 Desember 2013

Paus Jadi ‘Tokoh Tahun 2013' versi Majalah TIME

Paus Fransiskus ‘Person of the Year 2013
Majalah berita internasional TIME memilih menganugerahkan kehormatan sebagai ‘Person of the Year 2013’ atau ‘Tokoh Tahun 2013’ kepada Paus Fransiskus terutama karena kerendahan hati dan kasih sayangnya. 

“Dalam waktu sangat singkat, audiensi ekumenis, global, dan luas menunjukkan kerinduan besar untuk mengikutinya,” tulis Redaktur Pelaksana TIME, Nancy Gibbs, dalam artikel yang menjelaskan keputusan media itu.

“Karena mengeluarkan kepausan dari istana dan membawanya ke jalan-jalan, karena mempertemukan agama terbesar di dunia dengan kebutuhannya yang paling dalam, dan karena mengimbangkan penghakiman dengan belas kasihan, Paus Fransiskus menjadi Tokoh Tahun 2013 dari Majalah TIME.

Nancy Gibbs menambahkan, sangat jarang ‘pemain’ baru di panggung dunia mendapat perhatian sebesar Paus Fransiskus, “yang selama sembilan bulan berhasil menempatkan diri di pusat pembicaraan dunia, khususnya mengenai kaya dan miskin, keadilan, transparansi, modernitas, globalisasi, peran perempuan, hakikat pernikahan hingga nafsu kekuasaan.”

Juru bicara Vatikan Pastor Federico Lombardi mengatakan seperti dikutip oleh Zenit.org bahwa  penunjukan itu “tidak mengherankan, mengingat resonansi dan perhatian yang sangat luas yang diberikan pada pemilihan Paus Fransiskus dan awal masa kepausannya.”

Dikatakan bahwa penunjukan itu adalah “tanda positif bahwa salah satu penghargaan paling bergengsi di bidang pers internasional dikaitkan kepada seseorang yang mewartakan nilai-nilai spiritual, religius dan moral di dunia, dan yang efektif menyuarakan dukungan bagi perdamaian dan keadilan lebih besar.”

Pastor Lombardi menekankan bahwa Paus “tidak mencari ketenaran dan kesuksesan, karena ia melaksanakan pengabdiannya untuk pewartaan Injil dan untuk kasih Allah kepada semua. Kalau ini memikat pria dan wanita dan memberi mereka harapan, Paus senang sekali. Kalau nominasi sebagai ‘Tokoh Tahun’ ini berarti bahwa banyak orang telah memahami pesan ini, setidaknya secara implisit, dia pasti akan senang.”

Pastor Thomas Rosica CSB, juru bicara Vatikan yang membantu media berbahasa Inggris, mengatakan bahwa perasan Pastor Lombardi sama dengan apa yang dia rasakan. Imam itu memuji media berbahasa Inggris karena tidak hanya melaporkan peristiwa itu, tetapi memahami “karunia besar yang dunia terima tanggal 13 Maret 2013.”

“Kehidupan, pesan dan sikap Paus Fransiskus jelas lebih penting daripada perbedaan agama dan sektarian,” kata imam itu. “Dia adalah instrumen perdamaian dan harapan untuk kemanusiaan. Jelas-jelas dia menggunakan dirinya dengan senang hati dan gembira bagi dunia. Dunia akan menjadi lebih miskin tanpa Fransiskus, Uskup Roma.”

Sejak tahun 1927, penunjukan TIME biasanya dianggap sebagai kehormatan dan pilihan bagi orang-orang yang mengagumkan seperti dalam kasus Bapa Suci, atau orang-orang atau fenomena yang memiliki dampak besar pada dunia.(Sumber: http://www.penaindonesia.org)

Kamis, 28 November 2013

Paus Fransiskus Mengeluarkan Eksortasi Apostolik: Evangelii Gaudium

Jumat, 28/11/2013
Paus Fransiskus telah mengeluarkan Eksortasi Apostolik pertamanya, Evangelii Gaudium (Kegembiraan Injil) pada Selasa.

Evangelii Gaudium adalah judul dokumen yang dipilih Paus Fransiskus, dengan menempatkan kegembiraan dalam perjumpaan dengan Kristus yang menjadi ciri khasnya setiap penampilan publik yang telah dilakukan selama ini.

Dokumen setebal 224 halaman itu menguraikan visi Paus tentang sebuah Gereja misionaris, yang memperbaharui struktur dan program Gereja untuk fokus pada misi evangelisasi dalam dunia modern.

Dalam dokumen itu, Paus berbicara tentang berbagai tema, termasuk evangelisasi, perdamaian, homiletik, keadilan sosial, keluarga, menghormati ciptaan, iman dan politik, ekumene, dialog antaragama, serta peran perempuan dan kaum awam dalam Gereja.

Paus Fransiskus terus-menerus menjadi perhatian media dengan keinginannya untuk merangkul dan berbagi imannya dengan semua orang.

Dalam dokumen itu, Paus menyerukan kepada semua orang Kristen untuk melakukan “revolusi dengan cara yang lembut” dengan membuka hati mereka setiap hari terhadap kasih Allah dan pengampunan.

Menurutnya, bahaya besar dalam masyarakat konsumen saat ini adalah “kesedihan dan penderitaan” yang diakibatkan oleh “hati yang rakus, mengejar kesenangan, dan hati nurani yang tumpul. “Setiap kali kehidupan batin kita menjadi terjebak dalam kepentingan diri sendiri,  tidak ada tempat lagi untuk orang lain, tidak ada ruang lagi bagi orang miskin.”

Ia mendesak peran yang lebih besar bagi kaum awam dan perempuan dalam Gereja,  terutama “dalam membuat keputusan.”

“Saya mengakui bahwa banyak perempuan berbagi tanggung jawab pastoral dengan imam, membantu untuk membimbing orang-orang, keluarga dan kelompok, serta menawarkan kontribusi baru untuk refleksi teologis,” tulis Paus.

Paus Fransiskus juga mengkritik sistem ekonomi global yang “tidak adil” saat ini, yang disebabkan oleh tirani pasar, spekulasi keuangan, korupsi dan penggelapan pajak.

Selain mengkritik sekularisasi yang telah mengikis nilai-nilai etika, yang mengakibatkan disorientasi dan kedangkalan, Paus juga menyoroti pentingnya perkawinan dan hubungan keluarga yang langgeng.

Kembali ke visinya tentang Gereja yang miskin dan untuk orang miskin, Paus mendorong kita untuk memberi perhatian khusus terhadap orang-orang yang terpinggirkan dalam masyarakat, termasuk tunawisma,  pengungsi, masyarakat adat, lansia, migran, dan korban perdagangan.

Akhirnya, dokumen itu juga fokus pada tema mempromosikan perdamaian, keadilan dan persaudaraan, melalui dialog yang baik dan hormat dengan semua orang dari semua agama maupun tak beragama. Membangun hubungan yang lebih baik dengan orang Kristen lainnya, Yahudi dan Muslim, dengan semua orang untuk mempromosikan perdamaian dan memerangi fundamentalisme.

Sumber: Pope Francis releases his first Apostolic Exhortation: Evangelii Gaudium

(Dikutip dari: http://indonesia.ucanews.com/2013/11/28/paus-fransiskus-mengeluarkan-eksortasi-apostolik-evangelii-gaudium/)

Jumat, 22 November 2013

Bapa Suci Angkat Pastor Paskalis Bruno Syukur OFM sebagai Uskup Bogor

Pastor Paskalis Bruno Syukur OFM
November 22, 2013 12:38 am

Paus Fransiskus menerima permohonan pengunduran diri Uskup Cosmas Michael Angkur OFM dari reksa pastoral Keuskupan Bogor karena usia lanjut. Kitab Hukum Kanonik 401 § 1 menyebut, “uskup diosesan yang sudah genap tujuh puluh lima tahun, diminta untuk mengajukan pengunduran diri dari jabatannya kepada Paus, yang akan mengambil keputusan setelah mempertimbangkan segala keadaan.”

Hari ini tanggal 21 November 2013, Bapa Suci mengangkat Pastor Paskalis Bruno Syukur OFM, Definitor General Ordo Saudara Hina Dina Fransiskan (OFM) di Roma sebagai Uskup Keuskupan Bogor.

Pastor Paskalis Bruno Syukur OFM lahir tanggal 17 Mei 1962 di Ranggu, Keuskupan Ruteng, Flores. Setelah menamatkan sekolah dasar, ia masuk Seminari Menengah Pius X Kisol, kemudian menyelesaikan studi filsafat di Fakultas Filsafat Driyarkara Jakarta. Masa novisiat atau studi teologi dijalankan di Yogyakarta.

Setelah mengucapkan kaul kekal tanggal 22 Januari 1989, ia ditahbiskan imam tanggal 2 Februari 1991.

Pastor Bruno Syukur OFM pernah berkarya di Paroki Moanemani, Keuskupan Jayapura, 1991-1993, kemudian studi di Universitas Kepausan Antonianum Roma (1993-1996) dan meraih diploma bidang Spiritualitas. Kembali dari Roma, imam itu berkarya sebagai master para novis OFM di Depok (1996-2001) dan kemudian sejak 1998 hingga 2001 menjadi Guardian Komunitas OFM di Depok dan Anggota Dewan Provinsi.

Pastor Bruno Syukur OFM pernah menjadi provinsial atau pemimpin umum OFM Provinsi Indonesia selama dua periode (2001-2009) dan sejak tahun 2009 menjadi Penasihat Umum OFM untuk Asia dan Oseania di Roma.(Paul C Pati)

Sumber: http://www.penaindonesia.org/2013/bapa-suci-angkat-pastor-paskalis-bruno-syukur-ofm-sebagai-uskup-bogor/